Travel

Kamis, 27 September 2012

Automated External Defibrillator

Ketika saya berada di tempat umum seperti rumah sakit atau bandara, di sudut tempat saya menemukan yang akhir-akhir ini baru muncul di Indonesia. Ia adalah alat yang bernama AED (Automated External Defibrilator). Semacam alat pengejut portabel bila ada orang yang mengalami serangan jantung di tempat umum, kemudian dapat ditangani terlebih dahulu sebelum ditangani lebih lanjut di rumah sakit. Saya sebenarmya heran mengapa baru skrang alat ini tersedia di Indonesia, apakah di luar negri juga demikian?

AED case yang berukuran hampir setinggi mesin ATM yang saya temukan di sudut bandara Ahmad Yani Semarang


Untuk info lebih lanjut mengenai definisi,fungsi, dan speknya, bisa di cek ke:
http://en.wikipedia.org/wiki/Automated_external_defibrillator
http://www.aed.com/
http://www.zoll.com/medical-products/automated-external-defibrillators/aed-plus/

Berikut beberapa gambar lain dari AED tersebut yang berada di fasilitas umum

Petunjuk penggunaan yang tertempel di depan AED-case

Defibrillator merk zoll, yang berada di rumah sakit Elisabeth Semarang

Harapan saya adalah alat ini lebih banyak ditempatkan di tempat umum lainnya seperti mall, pertokoan, atau tempat lain yang kebnyakan dikunjungi oleh orang dewasa. By the way, pada game left 4 dead 2 juga ada fitur serupa lho..berguna ketika karakter game dalam keadaan 'faint' dan hanya bisa dipulihkan menggunakan alat ini hehehe..

Kondisi ketika karakter 'faint', maka karakter lainnya harus memulihkannya dengan memakai alat ini


Parodi running man


Waktu itu, pas maraknya Halyu wave, si Junot teman saya bikin gambar pemeran running man tapi wajahnya diganti sama muka anak-anak. Dari 8 pemeran akhirnya dipilih jadi sebagai berikut (dari kiri ke kanan):

1. Lee Kwang Su diperankan oleh Ashadi, namanya jadi Abolvatar
2. Kim Jong Kook diperankan oleh Fadhil, namanya jadi Spartadil
3. Yu Jae Suk diperankan oleh Azan, namanya jadi Yuazan
4. Song Ji Hyo diperankan oleh Rani, namanya jadi blankrance?
5. Song Joong Ki diperankan oleh Junito, namanya jadi junngki
6. Ji Suk Jin diperankan oleh saya sendiri, namanya jadi yasjin
7. Ha Ha diperankan oleh dunga, namanya jadi dungroro
8. Lee Kwang Su diperankan oleh Gembong, namanya jadi Kang Gembong

Mungkin tinggal kapan shootingnya dan disiarkan di stasiun televisi lokal ya hehehe. Ga kreatif dong..

Rabu, 26 September 2012

Dae Jang Geum Semarang

Setahun yang lalu pas habis wisuda kelulusan, entah kenapa saya dan dua teman kampus saya, junito dan kendi bisa pergi bareng dan karena pas jam makan siang, pas sedang lapar-laparnya. Waktu itu saya dan teman-teman kampus lagi getol-getolnya ngenikmatin hal yang berbau korea (sudah jelas korea selatan tentunya hehehe). dan kita pun memutuskan untuk mampir di sebuah restoran korea di daerah jl. Sisingamaraja Semarang, yang bernama restauran Dae Jang Geum.


Dae Jang Geum – Korean Restaurant Semarang Sisingamangaraja
Alamat : Jl Sisingamangaraja No 24 Semarang
Nomor Telepon : 024 831 1447

Setelah disambut oleh pelayan dengan kata "Anyong Haseo" kami pun memasuki ruang yang ber-AC, berarti di sebelah selatan restoran. Interior restoran sebenarnya potensial karena merupakan bangunan antara tahun 80an hingga 90an namun owner hanya memajang poster2 iklan dari korsel, well, random advertisement i think. Jadi kesannya seperti rumah makan persinggahan di jaw tengah, seperti Eva coffee house ataupun ayam mbok berek.

Kemudian kami memilih hidangan buffet dan woww, ternyata banyak juga yang dihidangkan, mulai dari kimbab, bul go gi, temphura, cap chae hingga sae gal bi. Well saya tidak begitu mengerti kuliner khas korea selatan namun cukup banyak "lalapan" yang disediakan.

Saya dan rekan-rekan di meja makan, ketika hidangan sudah siap disantap


Kemudian kami agak bingung bagaimana cara menyantap hidangan ini dengan benar, namun ketika minuman datang, kami meminta waitress untuk memperagakan cara menyantapnya. Ternyata daging yang sudah dipanggang dibungkus dengan lalapan yang kita pilih, kemudian sedikit dicocol dan hap! nom nom nom hehehe. Saya lebih suka menambahkan bawang putih di santapan saya. makanan lainnya tentu saja ada aneka kimchi, namun saya lebih suka yang dijadikan sup.

Teman saya si junito, bersiap untuk menyantap makanannya, tampak di tangan kirinya sumpit terbuat dari logam (well ini pertama kalinya saya memakai ini, biasanya dari kayu kan) dan di tangan kanannya selada dan daging yang sudah di panggan.

peragaan bagaimana menyantap hidangan oleh junito

Well, menurut saya dari segi rasa sudah lumayan lezat, namun masih kalah dibandingkan Gang Gang Sulai resto di daerah Siranda. Walaupun saya belum oernah ke Seoul Palace di daerah Pandanaran, saya harap resto Dae Jang Geum dapat memberikan keunikan tersendiri dan rasa yang berbeda dengan restoran kompetitor lainnya. O ya, kami sempat ingin meminum Seju, sejenis bir korea. Namun kata waitressnya stok sedang tidak ada. hehehe

inilah penampakan dari Seju

Bila ingin mengerti lebih lanjut tentang seju, bisa mengecek di sini http://www.thebaldchef.net/seju.php

Senin, 24 September 2012

Cuci salju

World nowadays, kata orang bule ya, tambah praktis dan maju. Salah satu buktinya yaitu cara pencucian mobil atau motor terkini yang dinamakan cuci salju. Ya, bahan pembersih/busanya menyerupai salju dan mungkin lebih efektif ketimbang sabun cuci seperti yang beredar di pasaran. Harus mencampurkan dengan air, dan diusapkan ke mobil dengan menggunakan spons. Sepertiya bahan "salju" ini relatif dapat lebih cepat membersihkan kotoran pada kendaraan sebandel apapun.

Suasana pencucian mobil dengan bahan menyerupai salju di wilayah ngesrep timur semarang
Sumber : dok.pribadi

Untuk perihal detail bahan dan alat untuk usaha tersebut, dapat di cek melalui blog berikut:
http://manpower.wordpress.com/cuci-salju/
http://usahacucimotor.blogspot.com/

soto makassar

Di tempat tinggal saya di Jogja, ada warung soto makassar, atau nama yg umum adalah cotto makassar, sya kurang paham mengapa ada perbedaan huruf di awal,. apakah bahasa setempat atau serapan dan sebagainya.
Namun, artikel dari http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/01/10/perbedaan-coto-dan-soto/ menampilkan jokes,, soto terbuat dari daging sapi, kalo coto dari daging capi ! hahahaha kalo bgitu, soto pas makan di sruput, kalo coto di cruput. halah!

soto makassar di dpn rumah
sumber : dok. pribadi

Soto, sroto, atau coto adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah sapi dan ayam, tapi juga babi dan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis soto sendiri, dengan kandungan yang berbeda-beda, misalnya Soto Kediri soto Madura, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, soto Sokaraja, soto Banjar, soto Medan, coto Makassar. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, soto kambing. Soto memiliki banyak kemiripan dengan sop.

Karena ada beberapa jenis soto di Indonesia, masing-masing mempunyai cara penyajian yang berbeda-beda. Soto bisa dihidangkan dengan berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel, emping melinjo, sambal, saus kacang, dan lain-lain. Dan juga pula dengan tambahan lainnya seperti sate telur pindang, sate kerang, jeruk limau, koya (campuran tumpukan kerupuk dengan bawang putih) dll. Seperti kita ketahui bahwa makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, sehingga soto biasanya dihidangkan dengan nasi sebagai menu utama. Namun, ada perbedaan dalam hal menu utama nasi tersebut. Kebanyakan soto dihidangkan secara terpisah dengan nasi, seperti Soto Betawi, Soto Padang, dan lain-lain. Namun, ada juga yang dihidangkan bersama dengan nasi atau soto campur nasi, misalnya Soto Kudus. Selain itu, ada juga soto yang dihidangkan dengan lontong atau nasi yang sudah dimasak dengan dibungkus daun pisang, misalnya Coto Makassar. Kemudian, ada juga yang memakai mie, dan bukan nasi sebagai menu pokoknya, misalnya Soto Mie Bogor.
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Soto)